Keuntungan Kota Palangkaraya Setelah Pindah Ibukota

Palangkaraya - Ketika berbicara soal wacana Palangkaraya akan jadi Ibu Kota, sebenarnya bukan hanya gagasan kemarin sore.


Tugu soekarno palangkaraya
source pictue : wikipedia

Tentang wacana pindah Ibu Kota, sudah beberapa kali pemerintahan dan Presiden Republik ini mengucapkan hal itu.

Mulai dari Sang Pendiri Republik yakni Ir Soekarno hingga yang terakhir yaitu Presiden Joko Widodo.

Bahkan pada masa kolonial saja khususnya era di bawah kekuasaan Belanda juga telah berencana melakukan hal yang sama.

Awalnya Presiden Soekarno telah berencana memindahkan Ibu Kota ke Palangkaraya karena luas dan memiliki banyak lahan kosong.

Hanya saja gagasan tersebut kemudian tertutup oleh proyek Mercusuar Bung Karno di DKI Jakarta.

Setelah itu, kajian tentang pemindahan Ibukota pun berlanjut di Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Hingga sampailah wacana pemindahan dikatakan Presiden Joko Widodo di tahun 2017.

Wacana yang awalnya hanya dinilai sebuah wacana, tampaknya kini telah diseriusi oleh Presiden Jokowi.

Dalam rapat terbatas beberapa hari yang lalu, Presiden mengundang beberapa menteri untuk rapat terbatas di Istana Kepresidenan.

Pada saat itu, Jokowi membahas soal rencana pemindahan Ibu Kota.

Bahkan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi yang bernama Ahmad Erani Yustika juga menegaskan bahwa wacana pemindahan Ibu Kota bukanlah rencana yang dadakan.

Kajian tentang pemindahan Ibu Kota bahkan sudah dilakukan sejak Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas 1,5 tahun lalu.

Palangkaraya kota cantik
Source picture : Liputan6

Ketika bertanya tentang apa keuntungannya? Sebenarnya alasan pemerintah dari berbagai periode yang berencana memindahkan ibu kota sangatlah masuk akal? Mengapa? Karena DKI Jakarta penuh dengan kemacetan, banjir dan padat penduduknya.

Artinya pemindahan ibu kota akan menguntungkan bagi semua khususnya daerah, yang artinya nanti juga akan ada pemerataan ekonomi.

Bukan hanya itu, pola pembangunan pun akan berubah jila benar Ibu Kota tidak lagi di Jawa.

Memang jika berbicara tentang biaya pemindahan cukup besar. Tetapi, apakah kita ingin terus bertahan jika Jakarta terus dibebani oleh arus urbanisasi besar, maka kualitas kotanya akan semakin menurun.

Kini juga akan terjadi migrasi besar-besaran aparatur sipil negara di ibu kota baru dan sektor properti pun kini diyakini akan tumbuh seiring perpindahan tersebut.

Lagipula, sesuai dengan janji Presiden pusat bisnis juga tetap berada di Jakarta. Begitu pula dengan lembaga-lembaga yang terkait ekonomi bisnis seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Ada beberapa keuntungan tersendiri apabila ibukota negara pindah ke Kota Palngkaraya. Dilansir dari tim kajian Nawa Cita, bahwa persoalan kabut dan lahan gambut secara teknis bisa diatasi. Ada satu hal yang sejak lama tersembunyi, tetapi dapat menjadi daya dukung tangguh bagi Indonesia ke depan apabila ibukota pindah di pulau kalimantan tersebut.

Yaitu dengan ketersediaan sumber energi murah berupa material uranium apabila dikelola dengan baik, akan cukup sampai 100 tahun ke depan bahkan bisa lebih. 

Sudah lama empat gubernur di Kalimantan mempunyai niat akan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir.
 
Namun sayangnya, selalu gagal karena berbagai macam alasan.

Salah satunya yakni faktor keselamatan meskipun dari sisi teknologi Indonesia sudah menguasai. Energi murah adalah salah satu kunci kemajuan bangsa meskipun hal tersebut tidak selalu berasal dari tenaga nuklir. Ketika Indonesia berencana untuk membangun pembangkit tenaga nuklir. Namun, selalu saja ada pihak yang berteriak dengan berbagai macam alasan.

Jika wacana tentang perpindahan ibu kota benar-benar terealisir. Semoga memiliki banyak keuntungan bagi semuanya.

0 Response to "Keuntungan Kota Palangkaraya Setelah Pindah Ibukota"

Post a Comment

Komentar yang relevan dan tidak mengandung amarah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel